Pentingnya Desain Cover Buku

Meskipun ada pepatah bilang Don't judge a book by its cover, tetapi nyatanya Desain Cover Buku sangat penting dalam menentukan minat dari para calon pembaca untuk buku tersebut. Isi dalam sebuah buku merupakan hal kesekian bagi setiap orang dalam menentukan membeli buku. Hal yang paling penting adalah Desain Cover Buku dan Sinopsis yang menggugah. Agar sinopsis atau Bulb yang ada di belakang cover sebuah buku, tentunya harus ada rasa ketertarikan dari mata calon pembeli buku unutk meraih buku tersebut. Secara tidak langsung desain sampul buku merupakan hal pertama yang menentukan sebuah buku diambil atau diraih oleh tangan-tangan calon pembaca untuk dilihat dan dibeli.

Desain Cover Buku yang baik akan memperhatikan setiap aspek grafis. Mulai dari kesan yang timbul, warna dominan, objek yang digunakan, jenis dan bentuk huruf, hingga ornamen lain sebagai pendukung maksud dan tujuan agar sebuah cover buku mampu memberikan gambaran isi buku yang menarik bagi calon pembaca. Dalam sebuah buku, bila desain asal-asalan atau tidak tepat menggambarkan isi, tentu akan membuat pembaca kecewa dan tidak akan membeli lagi buku dari penulis yang sama.

Jasa Desain Cover Buku


Semakin menarik desain cover buku, semakin besar peluang dilirik oleh calon pembeli buku. Cover buku adalah senjata utama untuk memasarkan. Tak ubahnya sebuah produk makanan misalnya yang mendesain kemasan sedemikian rupa agar menarik, begitu juga sebuah buku. Gambar atau objek yang ada di cover sebuah buku akan mampu menyampaikan ribuan bahasa bagi yang melihatnya, untuk itulah mengapa desain cover buku harus benar-benar tepat sasaran dan sesuai dengan target pembaca yang dibidik.

Jasa Desain Cover Buku


Desain Cover buku juga merupakan salah satu cara menunjukkan genre atau aliran sebuah buku. Buku Novel misalnya, tentu akan berbeda konsep dan desain covernya dengan buku pengembangan diri. Buku Teenlite pun tentu akan berbeda dengan buku sastra.

Desain cover buku yang tepat akan menampilkan kesan professional dari aspek grafis yang benar-benar dipertimbangkan secara detail. Jadi, dalam membuat buku jangan menganggap remeh sebuah desain cover buku, sebab penentu utama dalam keberhasilan penjualan buku anda.

Carilah desainer grafis untuk cover buku yang benar-benar profesional dan terpercaya.

Jasa Desain Cover Buku


Untuk Jasa Desain Cover Buku, kami sudah terbiasa menangani pesanan Desain Cover buku baik buku fiksi seperti Novel, Novelet, Buku Kumpulan Cerpen, Kumpulan Puisi, atau ilustrasi buku untuk anak. Juga Untuk Cover Buku Non Fiksi seperti Buku  Biografi, Buku Penelitian, Buku Tips dan Trik, dan lain-lain.

Kami juga menerima desain layout buku dengan harga yang relatif murah. Karena kami bukan tim(perorangan), layanan desain cover dan layout buku dari kami memungkinkan biaya desain yang paling minim.

Desain Sampul Buku/Cover Buku buatan kami tergolong murah. Berkisar antara 100 - 800 ribu sesuai dengan keinginan dan target pasar untuk buku anda. Kami akan memberikan beberapa pilihan desain dengan revisi tanpa batas. Pengerjaan antara 3-5 hari.

Selengkapnya tentang service layanan ini anda bisa lihat di halaman : Jasa Desain Cover Buku.


Watermark untuk Foto dan Gambar

Semakin berkembangnya teknologi informasi memungkinkan segala sesuatunya tanpa batas.  Kecanggihan teknologi semakin mempermudah manusia untuk menciptakan sesuatu dengan cepat, efektif dan efisien. Berkembangnya teknologi dan mduahnya akses informaasi melalui internet menggiring banyak pihak untuk berlomba-lomba menunjukkan eksistensinya di dunia cyber untuk menunjukkan hal untuk mencapai tujuannya.

Salah satu masalah yang terjadi saat ini adalah banyaknya pihak yang mengambil foto atau gambar dari pihak lain untuk dijadikan ladang bisnis atau bahkan ajang penipuan yang mengatasnamakan seseorang. Pentingnya hak cipta perlu ditonjolkan agar seseorang ingat akan hasil karya dan menghargai originalitas karya. Foto atau gambar misalnya, untuk memuluskan suatu bisnis, banyak orang yang mengambil gambar orang lain yang dicari melalui mesin pencari (google, yahoo, dll) untuk diunduh lalu diunggah ulang pada website atau toko onlinenya.

Lalu bagaimana cara mencegahnya? secara dasar sebenarnya yang perlu dibenahi adalah mental dasar dari para pelaku ini. Tapi ada cara untuk sekedar mengingatkan agar foto tidak gampang diambil oleh orang dan dipergunakan untuk sesuatu yang komersil atau bahkan untuk menipu. Cara yang saat ini paling efektif menurut saya adalah watermark gambar. Berikan watermark gambar agar tidak diambil orang, sekalipun diambil sumbernya masih tetap terbaca.

Apakah Watermark merusak keindahan fotografi? watermark biasanya digunakan untuk media pendukung informasi atau promosi barang sehingga nilai atau unsur keindahan menjadi nomor 2 karena tujuan utama penyampaian informasi yang disertai gambar bisa diterima oleh pembaca, atau agar barang yang dipromosikan bisa meyakinkan calon pembeli jika menggunakan foto yang asli, bukan gambar ilustrasi. Jika foto tersebut tidak diberikan watermark bsia saja diambil oleh pesaing kita untuk mempromosikan barangnya.

Berikut Beberapa Contoh Watermark untuk Foto dan Gambar

Watermark alamat situs

Watermark Dengan Logo

Watermark Logo dan Nama

Watermark Model Stempel


Bila anda kesulitan dengan pembuatan watermark untuk usaha promosi anda, kami siap membantu.

Jasa Pembuatan Watermark

Kami membuat watermark secara manual sehingga anda bebas memilih tentang peletakan watermark, ukuran, jenis, bahkan warna bisa anda sesuaikan seperti misalnya dengan gaya stempel. Dengan harga relatif murah anda bisa melindungi foto produk anda dari pihak yang tidak bertanggungjawab dan menjaga persaingan terhadap kompetitor anda.


BBM Pin : 54C3F026
Facebook : Ali Sakit Wirasatriaji
Call and SMS: +6285 642 535 866 (also WhatsApp, Line)
Mail : contact@alisakit.com

.

Hubungan antara Lupa dan Cinta

"Kamu tidak perhatian. Kamu lupa apa warna favoritku, lagu kesukaanku, kamu lupa, kamu tidak perhatian."

Lupa dan Perhatian. Aku tak melihat hubungannya. Apalagi dihubungkan dengan Cinta? Apa hati yang mencinta saja tidak cukup. Apa kesetiaan saja tidak cukup. Lupaku bukan bentuk ketidakperhatianku. Apakah begitu penting warna favorit, lagu kesukaan? Cinta adalah ingatan, seperti itu kah? Apakah berarti cinta tidak ada ketika ingatan memudar seperti pasangan diatas 50 tahun, tidak ada lagi cinta. Aku tidak setuju. Bagaimana dengan aku yang sudah pelupa sebelum 50 tahun? Apakah aku tak pantas untuk mencinta dan dicinta?

"Kamu lupa tanggal kita jadian dan tahun lalu kamu lupa ulang tahunku. Lupa adalah tanda tidak mencinta."

Aku tak tahu hal-hal seperti ini begitu penting bagi perempuan. Romantisme perempuan penuh kekurangajaran. Selalu melihat yang sepele dan tutup mata pada hal yang besar.

Bagaimana mungkin kamu bilang hatimu hal yang besar yang penuh kesetiaan dan cinta jika ulang tahunku saja kamu tidak ingat?"

"Aku pelupa."

"Alasan yang paling tidak masuk akal."


Hubungan antara Lupa dan Cinta

Aku menertawakan lupaku. Menertawakan definisi cinta baru. Menertawakan diriku sendiri.

Semoga aku lupa. Aku tertawa lagi. Lupa mencintai, lupa dicintai. Lupa sakit hati. Betapa menyenangkan menjadi lupa.

Puisi Mbeling Karya Wirasatriaji

Salam. Sekedar berbagi pengetahuan mengenai Pengertian Puisi Mbeling sebelum saya menulis Puisi Mbeling.Dalam bahasa jawa, kata 'mbeling' berarti nakal atau suka memberontak terhadap kemapanan dengan cara-cara yang menarik perhatian. Namun berbeda dengan kata urakan, yang dalam bahasa Jawa lebih dekat dengan sikap kurang ajar, kata mbeling mengandung unsur kecerdasan serta tanggung jawab pribadi.

Apa yang hendak didobrak oleh puisi mbeling adalah pandangan estetika yang menyatakan bahwa bahasa puisi harus diatur dan dipilih-pilih sesuai stilistika yang baku. Puisi Mbeling adalah puisi yang membumikan persoalan secara konkret, langsung mengungkapkan gagasan kreatif ke inti makna tanpa pencanggihan bahasa.

Puisi Mbeling

Puisi Mbeling 


Puisi mbeling adalah bentuk puisi yang tidak mengikuti aturan. Aturan puisi yang dimaksud ialah ketentuan-ketentuan yang umum berlaku dalam puisi. Puisi ini muncul pertama kali dalam majalah Aktuil yang menyediakan lembar khusus untuk menampung sajak, dan oleh pengasuhnya yaitu Remy Silado, lembar tersebut diberi nama "Puisi Mbeling".

Kata-kata dalam puisi mbeling tidak perlu dipilih-pilih lagi. Dasar puisi mbeling adalah main-main. Ciri-ciri puisi mbeling Mengutamakan unsur kelakar; pengarang memanfaatkan semua unsur puisi berupa bunyi, rima, irama, pilihan kata dan tipografi untuk mencapai efek kelakar tanpa ada maksud lain yang disembunyikan (tersirat).

Lalu apa bedanya Puisi Mbeling dengan Puisi kontemporer? Jika Puisi Kontemporer, muncul pada masa kini yang bentuk dan gayanya tidak mengikuti kaidah-kaidah puisi pada umumnya, puisi yang lahir di dalam kurun waktu tertentu yang memiliki ciri-ciri yang berbeda dengan puisi lainnya. Sedangkan Puisi mbeling lebih mengacu pada ke-apaadanya pemilihan kata. Secara awam sebenarnya sulit dibedakan antara Mbeling dan Kontemporer tetapi Puisi Kontemporer bisa berupa puisi yang sulit dibaca dan diartikan, lihat pada Contoh Puisi Kontemporer Wirasatriaji.

Dan inilah Kumpulan Puisi-puisi Mbeling yang coba saya buat. Dengan berbekal keterbatasan kemampuan dan Inajinasi semoga ini termasuk Mbeling.


Kumpulan Puisi Mbeling Karya Wirasatriaji



DATANG DAN PERGI

a
ku
datang
ka
mu
pergi
aku pergi kamu datang kamu pergi aku datang
kita pergi kita datang
mereka diam

KUTANG

Kutangmu tak menjadi kutangku
Karena dadamu merah tak membiru
Celanamu tak menjadi celanaku
Karena milikmu lebat di segala penjuru


 ***

 Kisah Kasih

Jalinan kisah kasih yang mengisahkan sepasang kekasih tentang kasih untuk kekasih yang terkasih hingga jadilah kisah tentang kasih.

Sepasang kekasih yang selalu merindu kekasih terkasih yang terjalin dalam kisah kasih pasangan kekasih dalam balutan kasih menjadikan kisah kasih sepanjang kisah dengan kasih yang terkasih dari kekasih.

Datanglah wahai kekasih, datanglah dalam kasih agar menjadi kisah tentang tangis kasih, tawa kasih, rindu kasih, peluk terkasih, dan kasih yang terkisah dalam kasih kita yang saling mengasihi agar terukir kisah kasih sepasang kekasih yang akan selalu terkisah dalam kasih.

Inilah kisah tentang kasih kita, kekasih.

Tentang sepasang kekasih yang selalu merindu kasih dari kekasih yang terkasih dalam kisah kasih.


 ***

Hidup = Ping ?


ping !

Apakah hidup harus tetap kuhidupi
Jika destination unreacheable

reply from 10.0.18.38: bytes=32 time=1ms TTL=62
reply from 10.0.18.38: bytes=32 time=1ms TTL=62
reply from 10.0.18.38: bytes=32 time=1ms TTL=62
Hidup itu tidak menyenangkan

reply from 10.0.18.38: bytes=32 time=1ms TTL=62
reply from 10.0.18.38: bytes=32 time=1ms TTL=62
reply from 10.0.18.38: bytes=32 time=1ms TTL=62
Lalu untuk apa hidup?

***

Amerta

Aku ingin ada, lebih lama
Lebih lama dari yang engkau kira
Dalam hidupku, hidupmu, atau hidup mereka
Dalam matiku, matimu,  atau mati mereka
Sebab aku punya puisi, di sini
Di batu yang telah kutulisi namaku sendiri
Tak perduli dibaca atau dicibiri
Puisi akan tetap puisi

***

Aku Kamu

Aku melihat kamu dalam mimpi
Kamu bilang "aku cinta"

Aku melihat kamu dalam mimpi
Kamu bilang "aku sayang"

Aku melihat kamu dalam mimpi
Kamu bilang "aku sakit"

Aku melihat kamu dalam mimpi
Kamu bilang "aku perih"

Aku melihat kamu dalam mimpi
Kamu bilang "aku hampa"

Aku melihat kamu dalam mimpi
Kamu bilang "aku tangis"

Aku melihat kamu dalam mimpi
Kamu bilang "aku tawa"

Aku melihat kamu dalam mimpi
Kamu bilang "aku kamu"


Demikian Puisi Mbeling yang saya buat semoga bisa memberi pencerahan bagi yang bingung tentang Puisi Mbeling. Anda juga bisa membaca Fiksimini Tentang Kedamaian. Salam.

Puisi Untuk Ibu di Hari Ibu

Salam. Kali ini saya akan mencoba menulis Puisi Untuk Ibu. Puisi Tentang Ibu sebagai persembahan di Hari Ibu. Puisi tema Ibu ini sebagai bentuk sayang dari saya ke ibu, meski sampai kapanpun saya tidak bisa membalas apa yang pernah ibu berikan pada saya.

Puisi Ibu ini sebenarnya sudah saya tulis sejak lama, tapi belum sempat saya posting di blog ini. Sebelumnya hanya saya posting di catatan fb saja. Puisi ibu ini saya tulis sekitar 3 tahun lalu pada waktu masih produktif menulis. kalau sekarang jujur saya sudah jarang menulis. Mungkin krane fokus pada keluarga baru kali ya :D

Baiklah, berikut puisi tentang ibu yang saya buat untuk ibu tercinta di hari ibu.
Puisi Tentang Ibu

Puisi Tentang Ibu


Segalanya Bagiku

Yang tak lelah mengasihiku
Yang tak luput mendoakanku
Ibu, segalanya bagiku

Pada sekeriputan paras waktu
Kauusir malamku yang tergugu pilu
Dimakinya bulan hingga tertunduk malu
Demi lelapnya aku

Dan sajian pesona kasihmu
Adalah sekumpulan mawar yang selalu mekar di empat musim
Melimpah kasih kurasakan, sejuta cinta kudapatkan
Tundukkan mentari menyengat pada langkah yang terhambat

Lalu, dengan parau suara sendu
Pada antara sepertiga malam sujudmu
Kaugamis rahmat untuk anakmu

Usaplah air matamu, Ibu

Mungkin susu tak lagi bisa kautitipkan Di sela-sela kerongkonganku
Mungkin susu yang kucicipi tak sekental dahulu
Mungkin botol susuku tak lagi sebuah 'botol susu'

Namun, Ibu
Dekapanmu ketika aku takut di temaram sepi
Nyanyianmu yang antarku ke alam mimpi
Semua itu lebih dari sebotol susu.


Selamat Hari Ibu, Ibuku yang paling manis dan akan selalu manis.


Demikian Puisi Tema Ibu, dan............. Selamat Hari Ibu untuk Ibu di Seluruh Dunia :)

8 Fakta Unik Pernikahan Ali & Usnul

Salam. Tanpa terasa ternyata sudah hampir 2 bulan saya tidak posting blog pribadi saya ini. Selain sibuk dengan blog komersil lainnya, karena memang 2 bulan lalu saya telah melepas masa lajang. Yap, melangsungkan salah satu sunnah rosul untuk membentuk sebuah keluarga. Menikah dengan salah satu keturunan Hawa yang sudah menemani saya 5 Tahun lebih 11 hari dengan status sebagai seorang kekasih.

Tepat 5 tahun lebih 11 hari saya memutuskan kekasih saya dengan mematahkannya dengan sebuah ikrar 'Qobiltu'. Rencananya sih mau 5 tahun tepat, tapi keluarga saya memang masih memegang adat Jawa yang masih memakai hitungan sehingga ketemulah tanggal 24 Syawal 1435 H bertepatan dengan 21 Agustus 2014 yang jika dihitung berarti 5 Tahun lebih 11 hari.

Kalau Pernikahan Raffi Ahmad dan Nagita saja banyak media yang meliput, nah saya yang punya blog ya saya liput sendiri. Makanya biar kayak artis saya coba merangkum sendiri beberapa fakta unik seputar acara pernikahan saya. Inilah 8 Fakta unik dalam Pernikahan Saya Ali dan Usnul.


Fakta Unik Pernikahan


8 Fakta Unik Pernikahan Ali & Usnul


FAKTA #1 : Dua Jumlah Mas Kawin

Seperti yang saya bilang sebelumnya bahwa kita menikah setelah 5 tahun pacaran sehingga saya membuat 2 jumlah mas kawin (Selain seperangkat alat Sholat) dengan disesuaikan tanggal pacaran dan tanggal pernikahan, yaitu :

Rp. 10.082.009,-
yang menyatakan tanggal jadian yaitu 10 Agustus 2009

Rp. 2.182.014,-
yang menyatakan tanggal pernikahan yaitu 21 Agustus 2014

Fakta Unik Pernikahan



FAKTA #2 : Tumplek Ponjen

Karena saya anak pertama dan Istri saya anak terakhir, maka dalam adat jawa ada prosesi yang dikenal dengan sebutan Tumplek Ponjen karena Anak Pertama Ketemu Anak Terakhir. Tumplek Ponjen ini bermakna membuka modal rejeki bagi pasangan karena anak terakhir yang biasanya manja dan masih bergantung pada keluarga akan mengarungi kehidupan baru yang pasangannya anak pertama dan biasanya anak pertama yang keluar dahulu dari sebuah keluarga seolah tidak punya bekal. Sehingga tumplek ponjen ini bermakna memberikan modal awal untuk mengawali keluarga.

Prosesi tumplek ponjen diawali dengan adat menarik seekor ayam yang sudah matang. Sepasang mempelai saling tarik menarik ayam tersebut lalu siapa yang mendapatkan paling besar katanya rejekinya akan lebih besar, itu adat jawa.

upacara adat Pernikahan jawa
Saya dapet bagian lebih gede :D


Prosesi Tumplek Ponjen selanjutnya dengan membuka pintu. Jadi waktu kita di panggung seolah-olah kita mempersilahkan semua yang hadir untuk naik, nah kita menyediakan sebuah kantong dan mempersilahkan siapapun untuk memberikan modal awal pada kita berdua agar bisa kita gunakan untuk memulai menghimpun keluarga.

tumplek ponjen
Tuh, pada ngantri mau ngasih sumbangan modal


FAKTA #3 : Tanpa Ayah

Nah, kalau ini yang dimaksud sebenarnya bukan ini, tapi bingung judulnya apa. Jadi gini, karena ayah saya sudah meninggal 4 tahun lalu (Lihat di Puisi Untuk Ayah) gara-gara hal ini ibu saya tidak mau naik ke panggung karena tidak ada pendamping Ayah. Akhirnya saya dan istri saya yang turun untuk prosesi sungkem. Banyak yang ikut menangis karena terbawa suasana.

prosesi sungkem jawa
Kiri Mertua - Kanan Ibu saya


FAKTA #4 : Batik Tiga Negeri

Di tempat saya tinggal, orang menikah biasanya saat akad nikah itu memakai sarung. Ibu saya adalah seorang pembatik tulis konvensional. Untuk pernikahan saya, ibu telah membuat sepasang kain dengan motif Batik Tiga Negeri yang dibatik dengan tangannya sendiri. Proses membatik 2 kain ini memakan waktu sekitar 3 bulanan dan diproses oleh ibu saya sendiri mulai dari membuat pola, membatik dengan canting dan lilin malam, sampai proses warna semuanya ibu lakukan sendiri. Ibu membuatkannya sebagai hadiah khusus buat saya. Thanks Mom :'(

Dan konon kalau orang jawa percaya kalau kain yang saya dan istri saya pakai untuk Akad Nikah itu bisa untuk obat  anak saya nantinya kalau sakit. Kain itu dicelupkan pada air dan airnya untuk mandi sang anak yang sakit.

Batik tulis tiga negeri
Batik Tiga Negeri


FAKTA #5 : Tanpa Foto Akad Nikah

Karena pernikahan kita dilakukan dengan landasan agama islam, saat proses Akad Nikah kita tidak mau tercampur dengan hal yang sebagian ulama menganggap Haram. Sebagian ulama menganggap hukum foto atau gambar bernyawa hukumnya haram, sehingga dari Kyai yang menikahkan kami tidak ingin adanya proses penciptaan foto dalam prosesi suci ini. Akad Nikah itu adalah Ikrar Suci dan saya tidak ingin terusak dengan hal yang Bathil. Berikut beberapa potongan hadist mengenai hal ini:

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu,  ia berkata: Saya mendengar Nabi  shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ ذَهَبَ يَخْلُقُ كَخَلْقِي فَلْيَخْلُقُوا بَعُوضَةً أَوْ لِيَخْلُقُوا ذَرَّةً

“Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, “Siapakah yang lebih zholim daripada orang yang berkehendak mencipta seperti ciptaan-Ku. Coba mereka menciptakan lalat atau semut kecil (jika mereka memang mampu)!” (HR. Bukhari no. 5953 dan Muslim no. 2111, juga Ahmad 2: 259, dan ini adalah lafazhnya)

Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda,

إِنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَذَابًا عِنْدَ اللَّهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ الْمُصَوِّرُونَ

Sesungguhnya manusia yang paling keras siksaannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah tukang penggambar.” (HR. Bukhari no. 5950 dan Muslim no. 2109)


Dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ الَّذِينَ يَصْنَعُونَ هَذِهِ الصُّوَرَ يُعَذَّبُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يُقَالُ لَهُمْ أَحْيُوا مَا خَلَقْتُمْ

Sesungguhnya mereka yang membuat gambar-gambar akan disiksa pada hari kiamat. Akan dikatakan kepada mereka, “Hidupkanlah apa yang kalian ciptakan."” (HR. Bukhari no. 5961 dan Muslim no. 5535)


Sampai-sampai buket bunga ucapan selamat dari perusahaan karena ada gambar burungnya saja sampai dipotong kepalanya.



FAKTA #6 : Tanpa Undangan Wanita

Karena saya juga ingin tetap dalam koridor islam dalam acara suci ini, saat acara ramah tamah dengan teman-teman dan sahabat saya dilakukan sebelum acara akad nikah. Jadi, undangan saya untuk rekan-rekan adalah malam sebelum akad nikah dan yang saya undang hanya teman laki-laki saja sehingga dalam acara tersebut hampir semuanya kaum adam, baik tamu yang hadir maupun pelayannya.



FAKTA #7 : Bukan Orkes Tapi Pengajian dan Rebana

Jika pada umumnya di daerah saya, saat acara resepsi diberikan hiburan orkes dangdut dengan biduan bohai dan seksi, seperti yang saya bilang dari awal saya mau tetap dalam koridor islam sehingga saya memberikan hiburan Rebana dan Pengajian dari Kyai.

Rebana yang saya undang juga rebana murni klasik yang hanya menggunakan rebana, bukan yang sudah tercampur dengan keyboard atau organ tunggal. Meski dengan alat klasik namun mereka bisa membawakan sholawat-sholawat modern.

Sedangkan kyai berceramah mengenai bab Membina Rumah Tangga yang sakinah. Cocok kan? :D




FAKTA #8 : 10 Domas

Domas atau gading adalah orang yang biasanya mengiringi atau mendampingi kedua mempelai dalam prosesi paes hingga selesai resepsi. Kalau Gading biasanya terdiri dari orang dewasa sedangkan anak-anak biasanya dikenal dengan nama Domas.

Nah, konon Domas ini bisa memancing keberkahan adanya karunia anak, sehingga ada yang percaya jumlah domas adalah gambaran jumlah anak di kemudian hari, ini kepercayaan jawa.

Busyet, masak anak saya sepuluh? :-o

adat jawa


Demikian 8 Fakta tentang pernikahan saya Ali dan Usnul. Semoga bisa menjadi inspirasi bagi yang akan menikah. Salam.


Sebuah Puisi Untuk Ayah

Salam, tiba-tiba ingin posting puisi yang dulu saya tulis saat ayah saya meninggal. Inilah Puisi Untuk Ayah saya waktu meinggal karena kecelakaan kereta api di tahun 2010 lalu. Puisi Buat Ayah ini saya tulis secara spontanitas saat saya masih dalam perjalanan dari jakarta pulang ke Batang dan tak sempat melayat Ayah saya menuju ke pemakaman.

Puisi ini memang sederhana karena saya tulis sedang dalam keadaan berduka. Tetapi ketika saya membaca puisi untuk ayah ini saya selalu meneteskan butrian airmata karena selalu teringat Ayah. Inilah Puisi tentang Ayah persembahan Untuk Ayah.


Puisi Untuk Ayah

Puisi Untuk Ayah


Sungguh,
tak sanggup rangkaikan kata,
tak sanggup kuuntai makna
Bila harus kuungkapkan
Tentang sebilah rasa kehilangan

Andai kita masih bisa mengulang
Tawa canda, marah terbiasa
Andai waktu masih milik kita
Kutuntaskan baktiku padamu... Ayahku

Kini, engkau telah pergi
Rasanya takkan siap kami
Kehilangan cahaya
Sosok panutan langkah mendatang

Ayah... ini anakmu datang padamu
Maafkan anakmu yang tak sempat mengantarkanmu
Langit mendung turut berduka
Orang-orang riuh rendah bercerita
Tentangmu dan kebaikanmu

Ayah... ini anakmu datang padamu
Semilir di bawah kamboja dan nisanmu
Mengenang salah dan dosaku padamu
Mengenang bantahku akan perintahmu

Ayah... ini anakmu datang padamu
Restui aku menggantikanmu
Memikul tugas yang belum tertuntaskan
Restui aku menggantikanmu
Menjadi dewasa dan sabar
Dan bagaimana seorang ayah harus berjuang demi anak-anaknya.

Ayah... ini anakmu datang padamu
Aku siap mengemban tanggung jawab darimu
Segera kuselesaikan semua perjalanan
Meski tanpa engkau berdampingan
Karena di dalam diriku pun
Aku menemukan sejatinya dirimu 

Selamat jalan ayahku
Do'a anak lelakimu terus mendampingimu.

Inilah puisi untuk Bapak atau Ayah saya waktu meninggal 1 Februari 2010 silam. Semoga bisa memberikan inspirasi bagi teman-teman. dan bagi yang masih memiliki orang tua lengkap, sayangilah mereka sebelum menyesal. Berbaktilah pada mereka mumpung masih bisa. :)

Kumpulan Puisi-puisi Liris Karya Wirasatriaji

Salam Sakit dan tetap Sakit. Kali ini saya akan coba membagikan Puisi Liris yang saya buat. Semoga termasuk dalam kategori Puisi Liris. Mengapa? Pengertian Puisi Liris saat ini sudah banyak mengalami perluasan makna. Sekedar pengetahuan, mari sedikit kita kupas dulu yang dimaksud dengan Puisi Liris.

Secara umum, lirisisme itu merupakan bentuk dan ciri tulisan yang bernuansa romantis atau berhubungan dengan keindahan. Pemaknaan dasar secara umum tersebut dapat terjadi karena akar lirisisme di Indonesia, sudah kuat menopang seenjak jaman sebelum angkatan Balai Pustaka. Ciri umum lirisisme yaitu terutama menggunakan metafora yang indah dan penyampaian secara halus. Tidak menggunakan kata-kata sarkas. Inilah pemahaman dasar umum yang dimaksud dari tulisan lirisisme.

Puisi Liris


Ada artikel dari Kompas Online edisi Maret 2008, kurang lebih kutipannya begini: " ..,Afrizal Malna, yang berbicara tentang ”Mata Bahasa”, mengatakan, lirisisme merupakan mainstream dalam puisi Indonesia modern. Mainstream lirisime mengalami pembusukan oleh dirinya sendiri sebagai produk budaya lisan yang diturunkan lewat media tulisan.

"Berkembangnya seni pertunjukan pembacaan puisi sejak tahun 70-an, memperlihatkan ketegangan yang signifikan antara media lisan dan media tulisan dalam puisi. Sebagian besar penyair yang membacakan puisinya justru seperti melakukan pembunuhan atas dimensi tulisan puisi-puisinya sendiri yang dibacanya. Aspek kelisanan mengatasi aspek tulisan,” katanya.

Afrizal menduga, banyak penyair Indonesia mengalami hal di mana mainstream puisi yang menguasai cara-caranya menulis puisi, tidak bisa lagi berjalan sama dengan perkembangan intelektualitasnya dan kenyataan yang dihadapinya. Artinya, lirisisme memang pada dirinya sendiri tidak memiliki kapasitas menghadapi realitas bahasa di sekitarnya."

Perlu diketahui bahwa lirisme jika merunut dari jaman sebelum Balai Pustaka, seorang penyair yang menulis puisi Liris tentu mengalami ketegangan antara lisan dan tulisan. Mengapa? Pada masa itu Indonesia masih dijajah, untuk menulis sebuah karya merupakan hal yang hampir mustahil.

Ekspresi bersastra orang-orang pada jaman itu lebih banyak pada seni pertunjukan yang di dalamnya ada (keterampilan) berbalas pantun..dengan demikian dapat dikatakan, lirisme(dalam menulis)berasal dari sebuah ekspresi lisan(hanya merupakan asumsi yang belum dapat dibuktikan kebenarannya secara empiris-ilmiah). Nah, sampai pada Angkatan 66, definisi tersebut sudah bergeser ke arah yang lebih luas lagi. Lirisisme bukan lagi eksklusif sebuah karya dengan bercirikan Melayu sebagai patokannya. Terlihat dari karya-karya Chairil Anwar yang ekspresif, yang "melenceng" jauh dari kebiasaan Melayu. Hal inilah yang menjadikannya sebagai pendobrak kesustraan Indonesia yang pertama.

Liris pada dewasa ini, secara umum lebih bersifat individual, bahkan mungkin agak egosentris, cenderung tendensius, dimana sebuah karya yang tercipta seolah merupakan "petualangan-romantisme" dari sang penulis yang eksprasif.

Itulah sedikit gambaran mengenai pengertian Puisi Liris dan Sekilas Sejarah Liris. Dan inilah Kumpulan Puisi-puisi Liris yang coba saya buat. Dengan berbekal keterbatasan kemampuan dan Imajinasi semoga ini termasuk kategori Puisi Liris.

Kumpulan Puisi-puisi Liris


Puisi Liris karya Wirasatriaji


DENGARKAN BISIK LAUTAN

Lautan kata ini cuma membisu, sayang. Ia tak tumpahkan isinya untuk kekosongan hatimu. Ia tak sentuhkan lidahnya ke jemari kakimu yang kotor oleh pasir. Tak pula mengajak bibirmu berpagut dengan dinginnya hawa yang serba sia-sia.

Tentu saja ia cuma membisu.  Sebab kau tak dengar panggilannya.

Dengarlah buih-buih pucat menyebut namamu. Berbisik sedemikian halus, mengajakmu turun dari singgasana yang tentram. Tapi hingga sedemikian jauh perjalanan kita, kau hanya mendengar gelegar petir di langit.

Dan kau pun tak kan tahu, betapa dalam lautan ini. Tidakkah kau rasa kesedihan didalamnya? Menyelamlah, sayang. Hingga ke palung-palung terkelam. Terlupakan.

Lihatlah, sayang.  Lautan ini begitu luas. Akan selalu ada tempat untuk kegelisahan kita. Sejarah itu memang terasa sentimentil dan penuh dengan hal-hal yang romantis.



BIDADARI KECIL

Di suatu ketika dalam hidupku, aku menemukan seorang bidadari kecil. Ia menangis sendiri pada tembok muram yang tergilas ratapan musim. Kulihat wajahnya sembab oleh airmata, bahunya berguncang menahan derasnya isakan, nafasnya tersendak oleh udara lembab. Suara-suara yang didengarnya kian menikam hatinya. Perlahan matahari tenggelam oleh badai airmatanya. Sayapnya yang kecil berkepak-kepak lemah. Pada gaunnya yang seindah sutra kutemukan kelembutan mendalam, juga ketidak berdayaan. Tatapnya menyiratkan kehausan.

Kutarik guratan senyumku untuknya, kukecup kening mungilnya, dalam isak tangisnya yang masih menggema. Haruskah kuberikan nyawaku untuk membuatnya bisa tersenyum lagi? Kulihat airmatanya menetes lagi. Dan kali ini jatuh ke dalam hatiku. Perih


Mencintaimu dengan Sederhana

Disini, aku mencintaimu dengan sederhana. Aku hanya ingin melihatmu terlelap, seperti bayi-bayi mungil yang kuintip di rumah sakit. Bayi-bayi yang hidupnya masih bergantung pada orang dewasa. Tangan-tangan yang mungil, kaki yang terlihat rapuh, mata yang kecil, juga tangis yang mendamaikan. Begitu manis, begitu indah, begitu suci. Mengapa mereka harus menjadi besar dan dipaksa mengikuti perputaran dunia yang semakin gila ini? Tidakkah kamu ingin menjadi bayi?


Aku sayang kamu, seperti halnya sayang orangtua pada anak-anak yang telah mereka lahirkan tanpa mau sedikitpun mengabaikan, dan ingin memberikan yang terbaik dengan cara sendiri. Menyayangimu dimana darimu aku mendapati kebahagiaan tanpa eros. Tidakkah kita ingin seperti mereka? saling mencintai dengan konsep yang agung. Memandang cinta sebagai sesuatu yang seharusnya dijalani, bukan di konsepkan dengan kebutuhan fisik dan kriteria-kriteria.



 Rindu

Kupejamkan mataku dan membayangkan hadirmu berikan hangat dan kita menyatu dalam desah nafas memburu. Candunya mengikat hasratku setiap waktu. Berbulan bahkan bertahun sudut itu selalu kita hiasi dengan canda, tawa, desah nafas kita dan kita teguk anggur dalam cawan cinta kita. Sehingga hampir saja aku membuat rumah dalam sudut yang gelap yang dindingnya masih tercium bau keringat kita. Masih terngiang di telingaku saat kautiupkan lembut kata setiamu dan kulihat terselip tulus di lipatan telingamu. Lipatan-lipatan yang sering aku ciumi saat rindu menggangguku.

Tahukah engkau apa yang kuimpikan saat ini bila aku punya banyak waktu bersamamu? Akan kuajak kau menikmati keheningan desa di lembah Cantabria. Atau sekedar memandangi langit biru di sepanjang Andalusia. Lalu menggengam tanganmu mengunjungi Granada dan Cordoba. Aku hanya ingin mencari tahu apakah keindahannya dapat menandingi apa yang selama ini kupandang dalam dirimu.



 MENCINTAIMU


Aku mencintaimu seperti danau yang tenang, juga bergelora serupa ombak di lautan. Seperti api yang membakar, juga seumpama air yang membasuh. Seperti tiupan sepoi angin, juga amukan badai

Aku mencintaimu serupa ikan yang membutuhkan air, serupa kupu-kupu yang hinggap di pucuk-pucuk bunga, seperti gelap yang menggantikan terang, seperti matahari yang tak pernah padam.

Aku mencintaimu di tengah keramaian, juga dalam pelukan sepi. Aku mencintaimu ketika pagi dan malam, juga ketika hari hujan, ketika menit terpecah menjadi detik. Bahkan diantaranya, aku selalu mencintaimu.




 UNTUK NYAI-KU

Aku duduk untuk Nyaiku, karena malamnya engkau datang dalam setengah pejam, setampah gambar-gambar, setumpuk perkamen, seonggok sunyi, dan sebaris kata rindu pada perempuan yang berdiri di ujung senja melambai-lambaikan pelepah pucat, memanggil-manggil teriak kesenyapan dalam fajar tempatku berdiri.

Tak mungkin kau berlari lalui terik menumpang angin dan tak mungkin aku memotong jalan kiri-kanan.

Aku duduk untuk Nyaiku yang merapal mantra kerinduan menanti genggaman tanganku yang tergelepar di pecut rindu-rindu menggelegar.

Aku duduk disini untuk Nyaiku. Karena aku rindu lembutmu, rindu sayangmu, rindu belaimu, memanjakanku di atas pangkuan keibuanmu. Usap kesadaranku, dendangkan lagu hidup, getarkan jiwa manjaku, sandarkan segala resah mendesah-desah, berikan satu titik akhir petualangan cinta, satu titik akhir, karena engkau bisa menghitung langkahku.

Salam Rindu untuk Nyaiku 



"Selamat Siang Perempuan Kecilku"

Selamat siang perempuan kecilku, aku rindu padamu.
Di sela-sela kertas, kedap-kedip monitor, alunan Tonberry (Aku nggak tahu sekarang band ini masih ada atau enggak), dan gemeritik terbakarnya tembakau menetak sketsa wajahmu. Tampak wajahmu kala asap mulai mengepul kemudian menghilang ditelan exhaust ruanganku. Namun tiada bosan kucipta dan terus kucipta sketsa wajahmu. Mungkin karena aku mencintaimu atau sekedar sayang padamu. Lalu kutinggalkan ruangan yang penuh aroma imperialisme-kapitalisme. Kau tahu aku benci ini, namun belum juga aku bisa memerdekakan diri.


Lihat Juga Puisi Kontemporer Wirasatiaji


Mungkin cukup segitu dulu Puisi Liris yang belum tentu Liris, semoga bisa menjadi inspirasi anda. Salam Sakit dan Tetap Sakit.



Kompetisi ; Sebuah Renungan

Mungkin saya akan  ragu jika globalisasi menjadi faktor yang berpengaruh dalam agresi remaja dewasa ini. Tapi kalau globalisasi, memperbesar gairah manusia untuk kompetisi, saya setuju sekali. Baik kompetisi dalam pengertian obyektif-profesional maupun kompetisi dalam arti subyektif dan bersemangat teroris.

Namun kompetisi tetaplah sebuah persaingan kendati terbungkus dalam suatu culture yang sarat dengan nilai-nilai kesopananan. Dan dalam hal ini semangat “homo homini lupus” tetap relevan dan diminati. Karena itu, menarik untuk melihat “psychologigal conditioning” para kompetitor yang mengadopsi budaya X-Factor misalnya. Ketika mendengar pengumuman bahwa mereka tidak termasuk atau setidaknya belum tereliminasi. Saya kira tangisan mereka sukar untuk diartikan maksudnya. Atau sedih karena harus berpisah dengan rekan mereka atau senang karena toh masih selamat dari eliminasi.

Begitulah kompetisi mempemainkan psikologi manusia dan membuat kita menjadi stress serta sedikit schisoprenism. Yang lebih membuat geli kompetisi juga bisa membuat seorang kehilangan akal budi. Lalu mulai percaya pada jampi-jampi seperti orang yang percaya ada hubungan antara nama dan jodoh. Tetapi yang paling keji dari sebuah kompetisi adalah hilangnya hati nurani dan harga diri. Sehingga seorang caleg bisa tetap berbangga dengan diri sendiri meski dengan modal ijasah palsu dan masa lalu yang penuh kebusukan.

Memang ketika kompetisi merambah ranah politik dan kekuasaan ia akan menemukan jodohnya pada pemikiran si kumis Nietzsche dalam buku the Will to power (kehendak untuk berkuasa) dan bisa dibayangkan kegilaan yang terjadi. Barangkali cita-cita Immanuel Kant akan kemanusian yang sampai pada persaudaraan dan perdamaian abadi hanya akan dialami manusia saat kematian datang menjemput.

Jadi teringat apa yang disebut teman saya sebagai culture Indonesian Idol,Akademi Fantasi, X-factor, dan semacamnya, dimana pencapaian puncak aktualisasi diri seseorang diukur bukan berdasarkan seberapa hebat dia mencapai masterpiece dalam suatu hal, tapi berdasarkan berapa persen sms dia kumpulkan . Maka seorang dengan suaranya dan penampilan biasa, hanya karena senyum yang mempesona gadis-gadis, jadilah dia pengumpul sms terbanyak, sementara yang lain yang nampak optimis, didukung kualitas suara dan penampilan yang oke, harus siap dieliminasi. Barangkali dia lupa, bangsa kita agaknya dalam kondisi psikologi-subconscious, sehingga sukar bersikap obyektif.

Maka saya pun menjadi ragu sejauh mana budaya ini dipakai sebagai ukuran bahwa seseorang layak disebut pemenang. Barangkali jawabannya adalah "YA", kalau kata “menang” direduksir artinya menjadi “paling gencar promosi”. Ah, agaknya saya lupa bahwa suka atau tidak suka, kita semua sepertinya mengidap autisme, “asal gua suka dan seneng, loe mau keberatan apa, emang gua pikirin.” Benar memang, terkadang orang bisa mencintai tanpa reason yang jelas.

Subyektivitas semacam ini pasti akan ditolak dengan keras oleh Imannuel Kant. Tapi sekali lagi emang gue pikirin flsafat dari seorang filsuf yang seumur-umurnya tidak pernah pergi dari kotanya? Dia lupa bahwa dunia ini penuh warna warni.

Tentang Kompetisi


Pada akhirnya apakah kita mencapai puncak dan tujuan hidup kita terletak pada kemampuan untuk tidak hidup dalam masa lalu dan selalu mampu melihat hikmat di balik kesalahan serta mampu menaklukkan stress dalam menghadapi pilihan hidup yang begitu banyak. Jadi kita memang mesti hidup dengan moto COGITO ERGO SUM, bukan COGITAN ERGO SUM (mereka berpikir, maka saya ada).


Salam, Wirasatriaji

Antara Celana Dalam, Beha, hingga Kondom

Ada yang lucu yang sering saya temui di supermarket. Khususnya kalau sedang melihat-lihat pakaian. Ini yang sering saya temukan dan selalu membuat saya menahan tawa; sepasang kekasih yang mesra, seketika kagok dan berpisah sesaat karena si gadis pergi ke counter Celana Dalam dan BH. Si lelaki sengaja memisahkan diri dan melihat-lihat bagian lain yang tentu saja nggak jauh dari situ sambil diam-diam melirik gadisnya memilih underwear.

Saya sering penasaran, apa yang dipikirkan si lelaki saat itu. Barangkali dia kepingin menemani si gadis memilih CD dan BH yang cocok dan sesuai untuk si gadis sekaligus sesuai dengan selera dia, dan tentu saja yang bisa membangkitkan gairahnya. Atau, saat itu si lelaki ngaceng membayangkan gadisnya berdiri di hadapannya hanya memakai salah satu CD dan BH itu.

Apa salahnya lelaki pergi menemani pacarnya melihat-lihat underwear? Saya pikir nggak ada yang tabu soal itu. Barangkali mereka pikir nggak pantas. Saya pikir pantas. Nggak ada salahnya, toh itu hanya pakaian. Sebuah benda yang menempel di tubuh. Tidak berarti kalau lelaki memegang CD dan BH di supermarket dan memilihkan untuk pacarnya, dia memegang alat kelamin si pacar kan?

CD dan BH yang dipajang itu tentu tidak salah. Sama juga dengan Kondom. Kita yang sakit jiwa. Mereka hanya benda-benda yang membantu kita. Kondom hanya alat pengaman supaya tidak terjangkit penyakit. CD membikin selangkangan kita nyaman. BH membikin payudara perempuan tidak kena kanker.

Lagipula, kenapa lelaki harus malu? Toh kita sering membayangkan isi di balik BH dan CD. Bahkan diam-diam hapal di luar kepala ukuran BH perempuan. 32B sekepalan tangan, 32C satu setengah, 34B lumayan, 34C idola lelaki.

Antara Celana Dalam, Beha, hingga Kondom


Kenapa ukuran begitu penting bagi kita? Lelaki kepingin punya pacar yang payudara dan bokongnya besar. Perempuan (katanya) suka penis yang jumbo. Bahkan kalau mau jadi bintang porno, kedua hal itu yang jadi modal utama; payudara dan penis yang besar. Perempuan jangan menyangkal. Nggak usah malu. Buktinya Mak Erot bisa jadi legenda bagi kaum lelaki Indonesia sebagai ahli pembesar kelamin meski kemudian muncul Dokter Boyke yang mempromosikan kalau ‘ukuran’ bukan segalanya. Katanya; seperti main bola, bukan besar bolanya yang penting, tapi gocekannya. Lagilagi, ‘ukuran’ adalah ‘kenikmatan’ tentu saja hanya mitos.

Berapa banyak mitos yang sesungguhnya hanya bikin kita sengsara. Membesarkan penis ke Mak Erot bukan tanpa resiko. Membesarkan payudara dengan menyumpal silikon juga bukan tanpa resiko. Kabarnya bisa menyebabkan kanker.

Beberapa kawan juga sepakat dengan dokter Boyke, bahwa 'ukuran’ bukan segalanya. Tapi dasar saya yang nyinyir langsung bilang ‘karena punya lu kecil, makanya setuju’.

Kawan, punya kamu besar atau kecil? Ha..ha...ha...

Kembali ke masalah kata "kondom" tadi, di lain waktu, saya menyebut kata itu di hadapan kawan-kawan saya di kantin kampus (waktu masih kuliah), respon mereka negatif semua, mendengus, ada yang bilang ‘saru’ seolah saya baru saja mengatakan kata lain bersenggama dengan awalan ‘N’ dan akhiran ‘T’.

Apa yang salah dengan kondom? Saya bingung, padahal dia hanya sebuah alat kontrasepsi. Ketika saya menyebut kata itu seolah saya sedang telanjang dan mempraktekkan bagaimana cara memakai kondom di depan mereka sehingga mereka menganggap kata kondom itu sebagai sesuatu yang negatif. Alangkah aneh. Tetapi itu bukan hanya terjadi pada kawan-kawan saya saja. Barangkali sebagian besar masyarakat Indonesia akan merespon begitu.

Bukan kondom yang salah kawan, tapi otak kita yang mendengarkan kata itu lalu mengolahnya menjadi hal tabu. Adakah yang salah dengan Kondom? Saya kira nggak. Otak kitalah yang salah, merespon kata itu dengan cara yang salah. Kondom, ketika kita mendengar, tidak direspon sebagai alat kontrasepsi oleh otak kita, melainkan sebagai persenggamaan. Padahal Kondom sudah berbaik hati membantu supaya yang melakukan hubungan menjadi tidak terkena HIV.

Kalau banyak kaum intelek yang mempermasalahkan iklan Kondom dan kampanye pemakaian Kondom dilarang, saya bisa memahaminya, sebab bagi sebagian besar kita masih punya persepsi negatif tentang kondom. Tetapi saya juga bisa mengerti kalau ‘para penjaga moral’ (mengambil kalimat Ayu Utami di sebuah essay-nya) itu memprotes kampanye penggunaan kondom untuk safety di diskotik dan lokalisasi. Bagi mereka bukan lagi persoalan Kondom dengan persepsi negatif, tetapi kampanye itu seolah legalitas free marital. Seolah bilang ; boleh ng****t tapi pakai kondom biar aman, bukan cuma dari kehamilan, tetapi penyakit.

Sama dengan perdebatan tentang korelasi antara cara berpakaian perempuan dengan tingkat perkosaan. Banyak yang bilang, perempuan diperkosa karena pakaian mereka ‘mengundang’ untuk diperkosa. Lainnya menyangkal itu. Mereka bilang ; dasar laki-lakinya saja yang gatal, lalu mencari dalih bahwa perempuan berjilbab-pun bisa diperkosa.

Bagi saya, nggak ada yang benar dan salah dalam hal ini. Bisa jadi duaduanya benar sekaligus salah. Misalnya kita suruh dua perempuan lewat di depan segerombolan lelaki berahi. Yang satu pakai Jilbab, yang satu berbaju super seksi. Coba tebak, mana yang paling memungkinkan diperkosa?

Cara Jitu Tebak Nomor Togel Hongkong

Togel Hongkong hampir sama dengan togel-togel lain, yaitu praktik perjudian dengan menebak angka sebelum pengumuman resmi dikeluarkan pada jam tertentu. Selain togel Hongkong, di Indonesia masih banyak judi tebak angka yang lain seperti togel Singapura. Semua mengacu pada penarikan lotere yang dilakukan di negara tersebut.

Menurut informasi para pelaku, bandar judi togel Hongkong di Indonesia tidak ada hubungannya sama sekali dengan Negara Hongkong. Bandar-bandar itu hanyalah pengambil risiko-risiko kecil yang memanfaatkan kesenangan rakyat jelata untuk bermain judi kelas teri.

Ya, awalnya memang judi kecil-kecilan. Namun tidak lama kemudian, nilai taruhan yang disodorkan kepada bandar semakin besar. Gaji satu bulan bisa langsung habis untuk membeli beberapa nomor ramalan jitu togel Hongkong.

Bagaimana bisa niatan judi kecil-kecilan itu bisa membengkak nilai taruhannya sampai-sampai harus menjual isi rumah dan hutang ke orang lain? Yang namanya judi, di manapun dijalankan, berapapun nilai taruhannya, akan memberikan rasa kecanduan yang sangat tinggi. Awalnya memang sangat mudah. Probabilitas untuk menebak togel Hongkong dengan tepat sangatlah besar, yaitu 90% benar. Tapi ingat, bandar tidak akan mau kalah.

Jika probabilitas ketepatan ramalan togel Hongkong adalah 90%, maka bandar hanya memberikan keuntungan sebesar 10%. Bagi bandar, yang penting penjudi senang terlebih dahulu dan ketagihan untuk membeli togel Hongkong. Ini baru awalnya. Setelah penjudi kelas teri ini benar-benar ketagihan, mereka akan mencoba satu hal baru yang probabilitas ketepatan ramalan lebih kecil agar mendapatkan hadiah yang lebih besar.

Diawali dengan perbandingan 60% dibanding 40%, lama-lama meningkat menjadi 50% dibanding 50% dan terus meningkat lagi. Di sinilah kekuatan seorang bandar berbicara. Kemungkinan penjudi untuk menang di kelas ini sangatlah kecil. Dan kalau sudah kalah, yang ada di dalam hatinya adalah bagaimana caranya agar dia bisa menang untuk mendapatkan uangnya kembali.

Cara Jitu Tebak Nomor Togel Hongkong

Cara Jitu Tebak Nomor Togel Hongkong


Seperti apakah aturan main togel Hongkong itu, sampai-sampai dia bisa menyeret rakyat kecil, bahkan ibu-ibu untuk ikut membeli nomor buntut? Berikut adalah informasi aturan main yang dihimpun dari berbagai sumber.

    Togel Hongkong dibuka setiap hari, tidak ada liburnya. Berbeda dengan togel Singapura yang libur pada hari Jum’at.

    Togel Hongkong diumumkan pada jam 23.00 WIB. Bandar kelas teri atau bisa disebut pengepul di Indonesia biasanya menutup pesanan nomor pada pukul 21.00 WIB untuk disetorkan kepada bandar yang lebih besar.

    Nomor togel Hongkong keluar sejumlah 4 digit angka. Biasanya, rakyat kecil di Indonesia senang bermain di kelas bete atau buntut atau 2 digit terakhir. Masih ada paket togel Hongkong lain yang umumnya dijual, yaitu paket 3 digit dan paket 4 digit.

    Paket tebak togel Hongkong lain yang dilayani adalah paket tebak 1 digit terakhir, 1 digit awal, 2 digit tengah awal dan 2 digit tengah. Namun, paket-paket ini hanya dimainkan oleh bandar tertentu saja yang memiliki waktu dan kecerdasan cukup tinggi untuk merekapitulasi daftar tebakan penjudi.

    Harga setiap tebakan nomor adalah Rp 1000,00.

    Jika tebakan salah, maka uang para penjudi hangus. Namun jika tebakan benar, maka uang para penjudi akan dibayarkan keesokan harinya setelah kantor bank buka.

    Keterlibatan bank di Indonesia dalam praktik perjudian togel Hongkong memang ada. Para bandar menggunakan account tabungan bank-bank terkemuka di Indonesia untuk penyetoran dana. Sebenarnya, dana bisa ditarik oleh penjudi dalam waktu 30 menit setelah angka keluar. Itu jika penjudinya sudah bermain di dunia maya. Tapi bila para rakyat kecil yang bermain judi, ya harus sabar menunggu besok paginya sekitar jam 09.00 WIB.

Tebak Angka Togel Hongkong

Setelah berbicara aturan main togel Hongkong yang melibatkan para penjudi kelas kampung, sebenarnya apa saja sih produk-produk tebak angka yang dikeluarkan oleh para bandar kelas kakap? Berikut adalah daftar tebak angka yang sebenarnya bisa dibeli beserta jumlah hadiah-hadiahnya dari berbagai sumber. Contoh nomor togel Hongkong yang dikeluarkan adalah 1234.

1. Tebak Angka Togel Hongkong - Paket 1 Digit Terakhir
Penjudi akan menang bila dia membeli togel Hongkong dengan nomor xxx4 atau xx3x, atau x2xx atau 1xxx. Sangat mudah memang. Penjudi cukup menebak satu saja angka. Asalkan muncul pada digit ke berapapun, penjudi bisa dikatakan menang. Karena kemungkinan menangnya sangat besar, hadiah yang didapat pun sangat kecil, yaitu hanya Rp 1500,00. Harga per tebakan adalah Rp 1000,00

Probabilitas : jika penjudi membeli 10 nomor sekalipun, berarti dia harus mengeluarkan dana Rp 10.000,00. Kemungkinan akan ada 4 nomor yang benar, karena setiap hari togel Hongkong mengeluarkan 4 digit nomor. Jika 4 nomor tebakan itu benar,  berarti dia mendapatkan uang Rp 6.000,00. Dalam paket ini, penjudi masih bisa dikalahkan oleh bandarnya.

2. Tebak Angka Togel Hongkong - Paket 2 Digit Terakhir
Penjudi akan menang bila dia membeli togel Hongkong dengan nomor xx34. Harga per tebakan adalah Rp 1000,00. Hadiah yang didapat adalah Rp 84.000,00. Probabilitas: setiap hari, ada 100 kemungkinan nomor dua digit terakhir ini keluar. Jika penjudi membeli semua nomor itu, berarti dia harus mengeluarkan dana Rp 100.000,00.

Jika salah satu nomor tebakan benar,  berarti dia hanya mendapatkan uang Rp 84.000,00. Dengan strategi “beli semua nomor” ini, penjudi masih dikalahkan bandar. Akibatnya, penjudi harus memangkas setidaknya 16 nomor yang sekiranya tidak akan keluar. Penjudi merasa tertantang dan terus mengikuti permainan ini.

3. Tebak Angka Togel Hongkong - Paket 2 Digit Awal
Penjudi akan menang bila dia membeli togel Hongkong dengan nomor 12xx. Harga per tebakan adalah Rp 1000,00. Hadiah yang didapat adalah Rp 84.000,00. Probabilitas: sama dengan paket 3.

4. Tebak Angka Togel Hongkong - Paket 2 Digit Tengah
Penjudi akan menang bila dia membeli togel Hongkong dengan nomor x23x. Harga per tebakan adalah Rp 1000,00. Hadiah yang didapat adalah Rp 84.000,00. Probabilitas: sama dengan paket 3 dan 4.

5. Tebak Angka Togel Hongkong - Paket 3 Digit Terakhir
Penjudi akan menang bila dia membeli togel Hongkong dengan nomor x234. Harga per tebakan adalah Rp 1000,00. Hadiah yang didapat adalah Rp 800.000,00. Probabilitas: setiap hari, ada 1000 kemungkinan nomor tiga digit terakhir ini keluar. Jika penjudi membeli semua nomor itu, berarti dia harus mengeluarkan dana Rp 1000.000,00. Jika salah satu nomor tebakan benar, berarti dia hanya mendapatkan uang Rp 800.000,00.

Dengan strategi “beli semua nomor” ini, penjudi masih dikalahkan bandar. Akibatnya, penjudi harus memangkas setidaknya 200 nomor yang sekiranya tidak akan keluar. Pada permainan togel Hongkong 3 digit terakhir ini, banyak penjudi yang lebih memercayakan ramalan kepada dukun, peramal bahkan orang gila.

6. Tebak Angka Togel Hongkong - Paket 4 Digit Terakhir
Penjudi akan menang bila dia membeli togel Hongkong dengan nomor 1234. Harga per tebakan adalah Rp 1000,00. Hadiah yang didapat adalah Rp 7.400.000,00. Probabilitas : setiap hari, ada 10.000 kemungkinan nomor tiga digit terakhir ini keluar. Jika penjudi membeli semua nomor itu, berarti dia harus mengeluarkan dana Rp 10.000.000,00. Jika salah satu nomor tebakan benar, berarti dia hanya mendapatkan uang Rp 7.400.000,00.

Dengan strategi “beli semua nomor” ini, penjudi masih dikalahkan bandar. Akibatnya, penjudi harus memangkas setidaknya 2600 nomor yang sekiranya tidak akan keluar. Pada permainan togel Hongkong 3 digit terakhir ini, sama seperti tebakan-tebakan sebelumnya, banyak penjudi yang lebih memercayakan ramalan kepada dukun, peramal bahkan orang gila.

Nah, berbagai perhitungan logika untuk memenangkan togel Hongkong telah kita lakukan.

Kesimpulannya, dengan cara logika apapun dalam perjudian, yang namanya bandar tidak akan rugi. Korbannya adalah para penjudi dari semua kalangan, tidak pandang bulu sedikitpun. Jadi, buat apa lagi ikut-ikutan membeli togel Hongkong kalau sudah tahu kekalahan di depan mata?

Maka dari itu, insyaflah mulai sekarang. Salam.

Salahkah Lelaki Memakai Payung?

alisakit.com - Jawab dengan cepat, apa yang ada di pikiran kamu ketika melihat lelaki pakai atau bawa payung? Kalau jawaban kamu : ah, biasa aja. Ok nggak perlu baca paragraf selanjutnya. Tetapi kalau dalam benak kamu isinya : ih, ganjen amat sih kayak banci aja, maka mari hening sejenak dan diskusi bersama saya.

Kata seorang mbak yang baru saya kenal, saya cowok yang aneh, lain dari biasa karena tidak macho. Contohnya ya tentang lelaki dan payung ini. Tetapi ini bukan soal macho atau tidak, cuma sesuatu yang bagi saya sangat mengganggu sehubungan dengan ‘imej’ dan mitos.

Back to topic, kalau kamu menjawab itu cowok keganjengan, saya bertanya lagi : Kenapa?

Salahkah Lelaki Memakai Payung?


Adakah yang salah dengan seorang lelaki membawa payung? Bagi saya tidak. Payung – sekali lagi saya analogikan dengan hal ini – bukan pembalut kalau perempuan haid yang tentu saja produk yang diciptakan untuk perempuan. Tetapi kenapa kita sering menganggap lelaki yang membawa payung kecentilan kayak perempuan. Padahal fungsi payung kan melindungi orang dari air hujan. Lelaki butuh, bukan cuma perempuan. Memangnya kalau hujan terus lelaki nggak basah kuyup kalau kena air hujan?

Saya sering mengalami ejekan semacam ini. Misalnya waktu masih aktif di Komunitas Pecinta Alam. Kalau terjun ke lapangan, saya lebih suka bawa payung daripada pakai rain coat, sebab rain coat membuat baju kita lembab, selain itu saya merasa nggak nyaman aja, alasan terakhir tentu saja karena harganya mahal yang membuat saya mikir-mikir membelinya. Payung adalah alternatif terbaik dan termurah. Kalaupun basah, hanya bagian lutut ke bawah, itu bisa ditanggulangi dengan memakai celana pendek.

Pernah ketika awal ikut kegiatan Susur Pantai, saya membawa payung sebagai pelindung dari panas dan tentu saja hujan. Pesisir pantai Utara sebagaimana di pesisir pantai manapun tentu saja panas terik. Bukan soal takut hitam atau kecentilan maka saya membawa payung, tetapi saya nggak mampu membeli sun-block yang harganya bikin pendarahan dompet mahasiswa. Cara mudah dan murah tentu saja dengan membawa payung. Selain itu, cara mudah juga menghindari dehidrasi, sebab nggak ada supermarket di pesisir pantai. Air tawar serupa barang langka.

Tetapi demi kemudahan itu, saya harus membayar dengan ditertawakan, diejek sok centil. Awalnya saya rendah diri juga, maklum anak baru. Tahun berikutnya saya cuek aja, malah banyak cowok-cowok yang ikut bawa payung. Yang membikin sebal lagi adalah waktu hujan, si pengejek tadi sibuk cari tumpangan sama orang yang bawa payung. Suck!

Soal hunting payung juga saya disadarkan sama satu hal, kenapa payung identik dengan perempuan, karena rata-rata motif payung adalah; Kembang-kembang. Tentu saja ada yang hitam polos, tapi yang pegangan dan batangnya tidak bisa dilipat hingga gampang ditaruh di tas. Saya nggak mungkin bawa payung sepanjang itu seperti mau ke pemakaman saja. Maka saya butuh tiga minggu untuk menemukan payung yang pas sesuai selera dan budget saya.

Barangkali saya harus protes sama pabrik payung, kenapa bikin motif yang sangat feminim. Pelecehan terhadap laki-laki tuh. Saya mau lapor ah, sama pemerintah. Tapi sayang, nggak ada menteri urusan laki-laki. Yang ada menteri urusan perempuan. Jadi saya lapor di sini saja ya.

Maka, jangan tertawakan lelaki yang bawa payung.

Antara Bencana dan Keimanan

alisakit.com - Judul diatas sudah seperti judul essay para spiritualis atau ulama yang menulis kolom di koran populer di negeri ini. Tapi kalian harus aware jika tulisan ini tidak ditulis oleh mereka, melainkan oleh lelaki yang nggak jelas keimanannya dan sedang rapuh.

Lebih dari dua tahun saya hidup di kota Kretek(Kudus) ini. Di sebelah kost saya ini ada masjid. Saya sering pergi ke masjid karena kebiasaan dari kecil memang orangtua mengajarkan sholat wajib diusahakan berjama'ah di masjid. Seminggu sekali, sehabis shalat magrib akan ada ceramah singkat sebelum shalat isya. Beberapa kali saya tetap tabah mengikutinya meski sesungguhnya saya malas mendengar ceramah model dogma begitu.

Dan malam ini, seorang penceramah menjelma menjadi Tuhan. Di mimbar dia mengatakan Kota Kudus terkena bencana banjir dan longsor alasannya banyaknya orang melakukan dosa di kota suci(kudus=suci) tempat wali, lalu datanglah bencana ini sebagai bentuk azab karena keserakahan. Inilah opini terbodoh yang pernah saya dengar dari ulama paling tolol di belahan muka bumi ini. Waktu itu saya sudah gatal kepingin mendebatnya, tetapi mengingat itu masjid dan saya juga malas bikin kontroversi, maka saya diamkan saja, dan saya keluar dari pengajian. Padahal saya ingin sekali mengatakan; sayang, dosa apa yang orang Kudus lakukan makanya dibikin banjir dan longsor hmm? Barangkali karena kamu mendadak jadi Tuhan yang berhak menghakimi sebuah daerah yang kena bencana, bukannya simpati malah mencela.

Tapi dasar masyarakatnya yang juga mendadak religius gara-gara bencana, ya masjid selalu rame karena menganggap sholat meredakan banjir. Tapi tak mengapa masjid ramenya cuma banjir, daripada sepi selamanya

Saya percaya setiap gerakan yang terjadi di muka bumi ini memiliki pesan untuk kita yang menghuni, tetapi tidak dengan itu kita langsung mencari korelasi linear antara bencana dengan dosa dan menjadi Tuhan baru yang mengklaim itu adalah azab dan mencari kesalahan siapa yang menjadikan datangnya azab. Tidak bisakah kita bicara dengan diri sendiri dalam keheningan saja dan terus hidup normal seperti biasa, dan yang lebih perlu membantu apa yang bisa dilakukan untuk orang-orang yang memerlukan uluran tangan kita tanpa mengolok-olok oranglain atau sesiapa yang dituduh pendosa dan penyebab azab bencana?

Jangan heranlah kalau sekarang orang menjadi percaya Tuhan tetapi tidak memilih satu agamapun sebab ulama-ulama sesat yang berkeliaran di masjid-masjid itu yang membikinnya jadi begitu. Tuhan jadi tampak menakutkan, padaNya hanya ada azab, hanya ada surga dan neraka, hitam dan putih, seolah kita sedang berada dalam gallery dan tengah melihat lukisan paling realis di dunia yang tidak lagi menyediakan ruang tafsir bagi kita untuk mencari bentuk berTuhan dan menjalankan perintahNya dengan penuh keilkhlasan(meski saya juga belum bisa setingkat itu).

Si iblis Raam Punjabi dan kronikroninya juga ikut andil membentuk logika paradigma azab bodoh ini dengan sinetronnya yang bertema agama yang melulu bermuara pada azab dunia yang membuat Tuhan menjelma menjadi monster. Sadarkan orang-orang kalau penulis skenario sinetron model begini tidak melakukan riset yang sahih sebelum menulis? Parahnya, adakah yang tahu bahwa sutradaranya diimpor dari India, tidak bisa berbahasa Indonesia dan sama sekali bukan muslim.

Saya ingat, ketika sebuah Stasiun Televisi memberitakan Kudus Banjir dan longsor, ibu saya langsung menelpon dan menanyakan keadaan saya, waktu itu saya sedang bersama orang-orang untuk membantu evakuasi orang yang sedang sakit untuk dibawa ke tempat aman karena tanggul akan jebol. Dan alangkah indahnya pemandangan itu, orang-orang berkumpul di depan masjid meneriakkan nama Tuhan.  Dan saya menjawab telepon ibu saya dengan santai; aku baik-baik aja, mak.

alisakit


Dan di sini mendadak orang menjadi sangat religius. Memang begitu adanya, tiba-tiba orang menjadi religius, masjid dipenuhi orang yang shalat (tumben), tetapi saya yakin jika banjir sudah surut, masjid bakal kosong lagi. Kalau Tuhan membuat bencana untuk membuat kita teringat sama dia dan pergi ke masjid, alangkah salah caranya sebab terbukti tidak efektif. Dan alangkah salah pemikiran kita jika demikian, sebab Tuhan tidak pernah salah, Dia maha Adil dan maha benar. Yang perlu dipikirkan adalah kesadaran pemerintahnya membuat tata kota dan bangunan yang ramah dan cukup untuk penyerapan air saat musim hujan menjelang sehingga tidak banjir.

Semoga kesadaran itu segera ada. Kesadaran pemerintah kota, dan juga kesadaran masyarakat untuk selalu menjalankan perintah agama tanpa menunggu bencana.

Antara Cerpen, Sampah, dan Kebrengsekan

alisakit.com - Cerita pendek nan panjang. Semakin hari semakin ngeri. Semakin ngeri semakin dicari. Tapi bagiku tetap saja sampah. Cerpen itu sampah. Dan aku terus menulis sampah. Sampah memang begitu, kadang ngeri. Eh, ada anak Amerika bilang sampah Indonesia jelek-jelek. Pasti dia orang goblok dan tidak mengasyikkan. Kamu bukan dia kan? keringatnya bau keju, dan keringatmu bau jengkol. Tapi buatku keringat tetap keringat meski dengan bau apapun. Jadi biarkan dia dengan keringat sampah kejunya.

Dan sampah tetaplah sampah. Jangan salah, jangan benar, dan jangan asem beranggapan. Bukan berarti Cerpen itu busuk layaknya nasi basi.

Terminologinya begini, sampah kulit pisang sama pentingnya dengan buah pisang. Tanpa kulit, pisang bukan apa-apa. Barangkali kadar vitamin kulit pisang malah lebih tinggi. Sampah pernah jadi sesuatu, maka jangan selalu berfikir akan efek samping. Mungkin harus diganti manusia, eh ralat, cara pandangnya. Dimana tadinya tidak penting menjadi penting. Percuma saja berkali-kali ganti Presiden jika 'jabatan' yang tak penting menjadi sangat penting. Krisis nomor sekian yang penting jabatan dapat. Senasib dengan Caleg nomor sepatu.

Tapi barangkali hal demikian yang membuat cerita pendek jadi memanjang, makin memanas. Makin penuh konflik dan intrik. Semuanya ada dikoran yang kubaca tadi pagi. Kriminal, mesum, misteri, selebritis, hingga iklan pembesar alat vital. Aku jadi berfikir, mungkin koran sudah menjadi cerita fiksi. Betapa mengerikan dunia ini. Hidup lebih aneh dari fiksi. Hingga kita harus membaca kumpulan tips hidup bahagia.

Mungkin kamu pikir aku telah gila. Aku tidak gila, cuma butuh teman. Mungkin teman yang tak kulihat, tak kukenal, pun tak kuingat aroma rokok dan keringatnya. Duniaku penuh imajinasi yang perih yang sejak semula tersangkut dalam plasenta.

Generasi kita hanya memboroskan kata-kata. Hedonisme terselubung. Begitu banyak kata-kata tanpa makna tercecer di jalan raya, di stasiun, terminal, bahkan di gedung Pemerintahan. Mereka tak tahu makna yang mereka katakan tapi tanpa henti digemborkan.

Hei, masih adakah kamu disitu? mungkin kamu bosan dengan tulisan-tulisan tak bermakna ini? Baiklah, pada akhirnya biarlah aku bicara tentang kejenuhanku saja daripada kamu terjebak dalam pemikiran konyolku. Aku sendiri merasa kesulitan mengendalikan pikiran. Ada banyak hal yang tak kuinginkan tapi kumiliki, begitupun sebaliknya. Tapi tak urung kupanjatkan bait-bait do'a syukur di antara sujudku. Bahwa aku masih mampu kontradiksi, punya emosi dan birahi. Itu menunjukkan bahwa masih ada manusia --brengsek bersemayam dalam raga ini.

Dan dengan semua ini membuat aku tak ingin mempersoalkan kenyataan hidup. Jauh lebih mudah memainkan mainstream daripada berbelok, manuver, menerobos papan larangan, atau bergeriliya secara Underground. Lalu apa sesungguhnya yang aku kejar? betapa aneh aku dan duniaku. Cuma satu yang belum mampu kuatasi. Sukacita bergaul dengan kegilaan kumpulan orang Extreme Metal berbarengan dengan dukacita meneguk beberapa sloki Oplosan cap rel kereta.

Cerpen Sedih


Duh, aku manusia paling brengsek sepertinya. Tak mampu menulis Cerpen yang ngeri satupun, tak seperti si bibir seksi Ayu Utami. Eh, dia Novelis bukan Cerpenis. Aku tak peduli, yang jelas aku menggilai karya-karya erotis dan gamblangnya.

Kalau tidak gila, mungkin kamu mengira aku sedang bahagia. Bagaimana mungkin aku bisa bahagia sedang aku mengidap melankolia akut. Bagaimana bisa aku bahagia sedang dunia diperkosa tiap detiknya. Hidup memang kadang terasa berantakan. Cinta menjadi absurd. Ibuku pernah mendambakan aku bergabung dengan grup Rebana saja. Mendendangkan syi'ar lewat syair religi dengan dentuman samak kulit sapi. Wuah, satu jam bersama mereka lebih mengerikan dibanding enam jam duduk di kursi kereta kelas ekonomi. Bukan aku menolak sebab tak suka. Aku lebih memilih menjadi penikmat saja ketika mereka pentas. Duduk di depan panggung dengan sebatang rokok kretek yang disediakan panitia. Menikmati suara alunan tinggi bernafas islami dengan bring-prong-prong-bring bunyian rebana.

Aku juga tidak paham dengan ketidakpahaman orang tentang seleraku. Yang jelas aku tidak mencontek selera siapa-siapa. Inilah aku dengan segala kebobrokan sakitku. Sick, sick, and sick. Aku juga hilang percaya pada energi cinta yang kini terjebak dalam rumus kapitalisme. Tak ubahnya ideologi anak Underground yang kini seperti bisnis putau. Sudah mengalami pergeseran paradigma.

Betapa tidak, berkowar-kowar tentang major label busuk untuk kemudian menghamba ketika demonya dilirik. Jika ini pertempuran, kau sudah lama mati di tangan musuh kawan. Atau meneriakkan anti Amerika tapi duduk di pojok Mc. Donald. Aku juga sudah ngos-ngosan untuk menjangkau harga kaos band metal di distro-distro. Tapi sudah kuduga jawabannya, manusia-manusia seperti kita yang terlanjur dibesarkan di tengah dominasi materi, sudah hampir pasti akan terjerat di perangkap yang sama. Darah muda kita yang begitu murni dan meletup-letup, akhirnya teracuni juga oleh polusi peradaban. Segala cita-cita juang tinggal sampah. Dan perlahan membunuh masa lampau, untuk membiakkan masa depan yang ternyata hanya dejavu.

Aku? se-underground apakah diri ini?meski sudah memboikot coca-cola merasuki tubuh, tapi aku masih ikut ngantri saat musim CPNS tiba. Betapa brengseknya diri ini. Brengsek, brengsek, brengsek.

Mati saja kau..!! Geming hatiku. Tapi aku tak setolol itu, kawan. Walau aku terlahir ditengah kemiskinan, bukan alasan untuk aku tidak bahagia.

Dan aku masih bahagia dengan kebrengsekanku. Kebrengsekan yang sakit.

Sayangku, cintaku, kasihku, pujaanku, honey bunny sweety baby, bla..bla..bla.. yang lebih kusukai memanggilmu dengan Nyai, akulah lelaki paling brengsek yang begitu mencintaimu....

Hormatilah Pejalan Kaki

alisakit.com - Betapa menyedihkan nasib pejalan kaki di negara tercinta kita ini. Sepertinya tidak ada kesadaran untuk menghormati kami, para pejalan kaki oleh mereka yang berkendaraan, atau mereka yang dengan dalih mencari nafkah merampok trotoar untuk dibikin kios tempat dagangan digelar, sehingga kami harus jalan di tepi jalan raya dengan waswas, berharap tak disrempet mobil yang lalulalang.

Saya pejalan kaki, meski tidak selalu. Tetapi saya jadi berfikir untuk mereka yang setia menjadi pejalan kaki. Tentu ada banyak pengalaman tak enak yang dialami yang mungkin mengaggap manusia di jalanan tidak jauh beda dengan hewan-hewan di hutan, menggunakan satu hukum; siapa kuat dia menang. Hukum rimba berlaku di jalanan kita. Yang kecil, seperti para pejalan kaki selalu kalah oleh kendaraan. Belum pernah saya menemui kendaraan yang memelankan laju kendaraannya di zebra croos untuk membiarkan kami lewat dengan tenang sebab tak semua kota mempunyai jembatan penyeberangan. Bukan sekali saya sendiri sering mau disrempet kendaraan ketika mau menyeberang. Bukan sekali saya harus mengalah membiarkan kendaraan lewat di zebra cross, baru setelah jalanan kosong saya menyeberang. Padahal sangat jarang jalanan kosong. Kalaupun kosong, tentu laju motor langsung ugal-ugalan, melaju kencang. Saya malah sering bersyukur kalau macet, sebab menyeberang menjadi mudah.

Lebih celaka lagi kalau sedang musim hujan begini. Pengendara kendaraan jarang peduli kalau kita sering kecipratan genangan air yang dibikin oleh laju kendaraan mereka.

Hormatilah Pejalan Kaki


Inilah kisah saya; saya pergi keluar untuk mencari makan malam. Hujan gerimis sisa hujan deras sejak sore. Dari kost, saya harus berjalan kira-kira 50 meter menuju warung makan. Sepanjang jalan tidak ada trotoar. Di sebuah tempat rupanya ada kubangan air yang cukup dalam dan lebar. Saya berjalan pelan dengan payung, melihat ke depan dan ke belakang untuk melihat kendaraan yang mau lewat. Saya berhenti kalau ada yang lewat supaya tidak kena cipratan. Di jalanan, saya selalu mengalah, sebab si makhluk kecil. Tiba di kubangan itu, saya berhenti membiarkan beberapa mobil lewat. Ada mobil jauh di belakang, perkiraan saya bahwa mobil itu akan lewat di kubangan sesudah saya, maka saya memutuskan untuk jalan melewati kubangan. Apa lacur, ternyata saya salah perhitungan. Tepai di tengah kubangan. Mobil dengan pengendara gila itu lewat tanpa sedikitpun simpati pada saya dengan menurunkan laju kendaraannya. Celakalah mobil itu sebab menciprati saya. Sweater saya basah separuh. Celana dan bahkan kaos saya.

Saya memutuskan pulang ke kost untuk berganti pakaian. Dasar memang makhluk lemah. Kembali di kubangan itu, saya kecipratan air dari tiga motor yang pengendaranya saya yakin sakit jiwa semua, sebab saya sudah melambaikan payung yang ada di tangan saya memberi isyarat untuk "slowdown" di kubangan itu. Motor pertama kalap seperti orang gila. Motor kedua menyusul, tidak sekencang motor petama. Motor ketiga yang seharusnya melihat saya berjuang menangkal semua cipratan air dengan payung sama sekali tidak menurunkan lajunya. Untuk ketigakali saya kecipratan. Sial bukan? Tetapi apalah daya saya selain teriak ‘Asu!’.

Akhirnya saya bertekad untuk membawa batu di tangan. Nanti kalau ada mobil atau motor yang kurang ajar, percayalah, batu di tangan saya pasti melayang. Minimal menghancurkan kaca mobil mereka, sebab jalan dibikin bukan hanya untuk pengendara kendaraan saja. Kami para pejalan kaki juga berhak merasa aman di jalan.

Atau kami harus seperti Kancil yang dengan kecerdikannya mampu mengalahkan Harimau si Raja Hutan? Mungkin dengan mencari jalan alternatif. Tetapi dimanakah ada jalan yang tidak dilalui kendaraan? Kalau begitu, kami menjadi Kancil dengan kekerasan saja.