Jangan Khawatir, Nak

Bayi-bayi yang mungil. Bayi-bayi yang hidupnya masih bergantung pada orang dewasa. Tangan-tangan yang mungil, kaki yang terlihat rapuh, mata yang kecil, juga tangis yang mendamaikan. Begitu manis, begitu indah, begitu suci. Sebab kencing dan kotoran mereka saja tidak bau.

Hanya kita orang-orang dewasa yang akan mengotori mereka dengan keinginan-keinginan yang dibebankan kepada meraka. Sesuatu yang menurut kita terbaik, tapi belum tentu terbaik untuk dirinya. Usia sekian sudah harus les ballet atau piano. Lalu les bahasa inggris, les renang, les modelling atau vokal. Sementara waktu mereka bermain dan menjadi diri sendiri hilang.



Kita, sering menyerupai anak dengan bahan mentah keramik. Membentuknya sesuka hati sesuai keinginan tanpa membiarkannya tumbuh alami. Waktu untuk mereka tumbuh menjadi dirinya kita rampas dengan les-les mengerikan itu. Kita -- orang-orang dewasa, sering menjadi pembunuh karakter anak-anak kita.

Maka, jangan khawatir nak, kelak ayah akan memberikan kebebasan untuk menjadi dirimu sendiri.

Tidak ada komentar: